SIGAP DINI (Sentra Informasi dan Gerakan Antisipasi Pernikahan Dini) adalah forum yang berfokus pada pencegahan pernikahan usia anak melalui edukasi, advokasi, serta pemberdayaan masyarakat. Forum ini hadir sebagai wadah bagi berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan individu yang peduli terhadap isu pernikahan dini. SIGAP DINI merupakan bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang berfungsi sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam mencegah dan mengantisipasi pernikahan dini. SIGAP DINI hadir sebagai solusi nyata dalam mencegah pernikahan dini, memberikan perlindungan bagi anak, serta mendorong pembangunan desa yang lebih sejahtera dan berdaya. Forum ini bekerja dengan menerima aduan dari masyarakat yang nantinya diteruskan kepada pihak eksternal yang bekerjasama dengan forum untuk menangani masalah aduan.
Sejarah Forum SIGAP DINI (Sentral Informasi dan Gerakan Antisipasi Pernikahan Dini)
Forum SIGAP DINI (Sentral Informasi dan Gerakan Antisipasi Pernikahan Dini) adalah inisiatif yang dibentuk oleh sepuluh mahasiswa/i Kelompok KKN UMD 07 Universitas Jember periode 2024/2025 di Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember. Forum ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan dan anak di desa tersebut, dengan fokus utama pada pencegahan pernikahan dini yang dapat berdampak negatif, seperti tingginya angka perceraian, gizi buruk, kematian ibu dan anak, serta kekerasan dalam rumah tangga. Pada 2 Februari 2025, tim KKN UMD 07 mengadakan diskusi daring dengan pemerhati perempuan dan anak, Bapak Akhmad Fourzan (Cak Itong) untuk meningkatkan kemampuan publikasi berita terkait program ini. Kami melakukan audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember untuk memperkenalkan Forum SIGAP DINI dan menjalin kerja sama dalam upaya pencegahan pernikahan dini di Desa Sidomukti.
Tim KKN UMD 07 juga mengadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas mengenai arah gerak pembentukan forum SIGAP DINI yang di laksanakan pada 6 Februari 2025. Kegiatan tersebut menggandeng beberapa pihak eksternal, meliputi Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Pusat Study Gender (PSG), Biro Pelayanan dan Bantuan Hukum (BPBH), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), dan didampingi oleh Zahratul Umniyyah, S.S., M.Hum. selaku Dosen Pembimbing Lapangan serta Bapak Akhmad Fourzan (Cak Itong). Melalui pembentukan Forum SIGAP DINI, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mencegah pernikahan dini, sehingga dapat menekan berbagai permasalahan sosial dan kesehatan yang ditimbulkannya.
Bidang Layanan Forum SIGAP DINI (Sentral Informasi dan Gerakan Antisipasi Pernikahan Dini)
Forum SIGAP DINI memiliki 2 bidang layanan dan 2 bidang wadah yaitu :
a. Bidang Layanan Kesehatan
• Alur
1. Mendapatkan aduan dari kesekretariatan 1 ke bidang layanan kesehatan
2. Kemudian terbagi atas 2 sebab akibat:
a. Stunting (berkolaborasi dengan posyandu)
b. Kekerasan fisik & psikis akibat pernikahan dini :
➢ Mendatangkan pengadu ke basecamp atau survey langsung
➢ Berkoordinasi dengan bidang layanan hukum. Apabila dapat diatasi secara kekeluargaan, apabila tidak akan lapor ke DP3AKB atau BPBH FH UNEJ
• Program kerja
1. Memperingati hari mental (10 Oktober)
2. Memperingati hari pernikahan dini dengan melakukan sosialisasi tentang pernikahan dini yang menyangkut kekerasan fisik maupun psikis
b. Bidang Layanan Hukum
Bidang ini hanya sebagai mediasi konsultasi aduan ke BPBH FH UNEJ
• Alur
-
- Menerima aduan dan ditindaklanjuti ke BPBH FH UNEJ
- Konsultasi aduan kepada BPBH FH UNEJ, bisa diterima ataupun ditolak (nanti juga dapat disarankan ke pihak LBH yang terkait lainnya)
• Program kerja
-
- Pelatihan kepada masyarakat oleh BPBH FH UNEJ
- Pelatihan paralegal kepada perangkat desa, RT/RW, dan pengelola forum (masih ditanyakan apakah bisa atau tidak
c. Bidang Kesejahteraan Sosial
• Alur
- Identifikasi dan pendataan remaja putus sekolah dan menikah dini (pengambilan sampel melalui sekolah atau data desa)
- Sosialisasi dan konsultasi terkait putus sekolah dan pernikahan dini (permasalahan yang dihadapi)
- Pencarian solusi dan bantuan program yang dibutuhkan
- Pendampingan dan monitoring
• Program Kerja
- Pendampingan remaja putus sekolah dan menikah dini berupa edukasi terkait penerimaan beasiswa dan jalur masuk kuliah (SD, SMP, SMA, kuliah).
Pemberi informasi: Anggota forum yang mempunyai info atau mendatangkan expo/sosialisasi kampus terkait
2. Pelatihan ketrampilan (Pemberdayaan perempuan didampingi DP3AKB) dan informasi lowongan pekerjaan untuk yang menikah dini dan kesulitan ekonomi.
Pemberi informasi: Pihak pengelola dan DP3AKB
3. Membantu untuk pemberian informasi bantuan anak putus sekolah dan informasi pendidikan kejar paket.
Pemberi informasi: Pihak forum
d. Bidang Ekonomi Kreatif
Bidang ini memegang e-commerce shoppe berupa produk anyaman. Produk anyamannya ready terdiri dari tompo, caping, tempeh, dan kipas sate. Sedangkan produk anyaman pre-order melakukan pemesanan tergantung waktu pembuatan produknya, seperti kotak tissue, tempat lampu, tusuk bambu untuk bucket dan sebagainya. Pemasaran melalui konten video promosi.
• Alur
1. Bekerjasama dengan pelaku usaha anyaman
2. Promosi ke media sosial
3. Pengambilan produk anyaman dengan 2 sistem yaitu sistem ready dan sistem pre order
4. Packing dan pengiriman ke jasa kirim
• Program Kerja yaitu pelatihan digital marketing membantu dan melatih bagaimana cara memasarkan suatu produk maka perlu dilakukan edukasi karena untuk memperluas teori tentang e-commerce.
Pemberi materi: Orang yg sudah berpengalaman di bidang e-commerce